Prasangka bisa menjadi best seller. Di New York, Malcolm Gladwell mencetak nama besar ketika membuat buku dengan judul Blink. Ia menjustifikasi prasangka sebagai salah satu keunggulan berpikir. Seseorang bisa mengambil keputusan yang benar dalam sekejap karena adanya pemahaman sekejap (rapid cognition). Tetapi ia juga mengingatkan agar tidak mudah percaya pada penilaian atau pandangan sekejap.
Tidak jelas apa yang ditulis Gladwell, di satu sisi ia memuji kehebatan rapid cognition, tetapi pada bab lain ia megecap betapa besar bahaya yang bisa timbil dari rapid cognition.
Tahun 1920, rakyat Amerika melakukan kesalahan fatal dengan memilih presiden yang salah. Warren Harding waktu itu terpilih menjadi presiden karena ia tinggi, gagah dan tampan. Hal itu seperti menyiratkan kesimpulan bahwa Harding tipe orang yang pemberani, cerdas dan punya prinsip murah yang kuat. Ternyata mereka salah.... Harding tak lebih dari seorang pemabuk, hobi bermain judi dan memanfaatkan ketampanannya untuk memikat perempuan. Harding tercatat sebagai presiden Amerika paling buruk dalam sejarah.
Bagaimana prasangka masyarakat terhadap partai politik yang berkampanye akhir-akhir ini..? Semoga rakyat tidak salah dalam memilih partai maupun presiden, dan legislatif dengan memilih berdasarkan penampilan luar, hadiah yang diberikan, maupun dengan janji-janji kampanye yang manis, tetapi lebih kepada pengetahuan bahwa mereka bisa memimpin negeri ini menuju yang lebih baik. Amin

0 komentar:
Poskan Komentar